Oleh: Ahmad Ibrahim, Wartawan Senior
LETAKNYA di sebelah utara Kota Ternate, Pulau Hiri memiliki banyak daya tarik sejarah dan juga sebagai objek wisata pantai dengan panorama gunung dan laut yang eksotik.
Bagi yang ingin berkunjung ke pulau ini cukup 10 menit menaiki perahu kayu dari Pantai Sulamadaha atau Pantai Jikomalamo sudah bisa tiba di Pulau Hiri.
Seharian kemarin saya memang mendatangi pulau ini. Selain berziarah ke makam Alhabib Said Thaha Bin Muhammad Bin Abdurrahman Hasyim Albaar, juga mendatangi beberapa tempat wisata seperti Batu Lobang dan homestay.

Dari segi kesiapan untuk pemberdayaan objek wisata memang belum banyak mendukung. Terutama dari segi infrastruktur. Yang baru terlihat hidup hanyalah beberapa homestay.
Salah satu homestay yang saya datangi adalah Hiri Homestay milik Abdul Kadir Rakib. Di tempat ini sambil menikmati suasana laut kita juga bisa menatap dari dekat ikan-ikan hiu.
Abdul Kadir yang tidak lain sebagai Kepala Kelurahan Mado, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, itu juga bertindak sebagai “pawang” ikan hiu.
Dari tangannya makhluk laut yang umum dikenal dengan nama “ikan gorango” itu bisa dengan mudah kita menatap dari atas permukaan air laut.
Selain sebagai objek wisata, Pulau Hiri menyimpan banyak cerita sejarah. Inilah pulau yang pada masa Kesultanan Ternate dulu menjadi salah satu pusat pertahanan saat menghadapi penjajah Portugis, Spanyol, Belanda dan Jepang.








