Porostimur.com, Ambon – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menilai, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak mampu menghasilkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan hanya menjadi beban daerah karena selalu merugi.
Hal ini dikatakan, Anggota Komisi III Julius Pattipeiluhu, saat melakukan rapat Komisi III DPRD Maluku dengan BUMD terkait realisasi APBD Maluku 2021, Rabu kemarin.
“Setiap tahun Pemda suntik dana segar bagi BUMD. Direktur BUMD yang tidak maksimal kita usul ganti saja. Masa tiap tahun tidak ada kontribusi yang baik bagi Pemda. Laporannya rugi terus,” ungkapnya.
Senada, Anggota Komisi III Fauzan Alkatiri menegaskan, setiap tahun pemprov menggelontorkan dana puluhan miliar kepada BUMD, tapi tidak ada kontribusi besar kepada daerah.
“Selama ini kontribusi BUMD nol besar dan minus. Selama ini BUMD kuras anggaran, tapi tidak ada pundi-pundi bagi penambahan PAD,” terangnya.
Alkatiri mengatakan, padahal kalau Direktur BUMD kreatif dan inovasitif, maka BUMD sebetulnya mampu untuk ikut berkontribusi bagi peningkatkan PAD dan penuurunan angka kemiskinan di Maluku.
“Selama ini Maluku miskin karena BUMD tidak berkontribusi. Nah, kalau mereka berkontribusi, tentu ikut menekan angka kemiskinan yang sangat ekstrim ini,” ujarnya.










