Porostimur.com, Ambon – Pendeta Jimmy Titahena bersyur lagu Tuhan Yesus Paling Baik yang merupakan bagian dari musik gerejawi dinyanyikan di berbagai kota-kota besar di Indonesia.
Titahena mengatakan, pertama-tama kita bersyukur dulu sebagai orang Ambon. Iya, karena Mita lahir di kota yang di mana punya banyak talenta musik salah satunya adalah bagian dari musik gerejawi.
“Sebelum terjadinya gempa bumi 6000 kali. Jadi, ternyata Tuhan berikan lagu ini dalam sebuah persiapan-persiapan di mana pas gempa bumi. Puji Tuhan, lagu Tuhan Yesus Paling Baik ini sudah hadir dan ternyata dalam lirik-lirik lagu ini ada kata dalam susah dan senang Tuhan ada par katong,” kata dia.
“Dan waktu kejadian itu terjadi ternyata Tuhan mengajarkan katong semua bagaimana berkata Tuhan Yesus Paling Baik bukan karena keadaan tapi dalam segala keadaan, bersyukur. Puji Tuhan dalam lagu itu pada tahun 2019 dan 2020 ternyata kantong semua yang ada di dunia ini katong mengalami musibah pandemi covid-19 yang begitu luar biasa dan lagu ini juga ternyata bisa menjadi berkah yang luar biasa,” ucap dia.
“Lagu ini beta seng tahu tiba-tiba viral di salah satu acara di Jogja dan itu dihadiri oleh 34 Provinsi dan juga dari Asia baik Malaysia maupun Singapura. Puji Tuhan, luar biasanya lagu itu dinyanyikan bukan di Ambon tapi dinyanyikan di acara Harmoni Kebangsaan. Kemarin juga dinyanyikan di Manado, Papua, dan Solo lagunya jadi berkat dan terakhir di Semarang itu dalam acara Indonesia menyembah. Jadi, dari setiap suku-suku ada perwakilan, dari Maluku mereka menyanyikan lagu Tuhan Yesus Paling Baik lagu yang beta ciptakan dan lagu ini juga yang nanti beta nyanyikan, direncanakan nanti pada tahun ini, tepat pada tanggal 9 November nanti ada podcast dan launching lagu ini,” tutur dia.




