Nabi Hud AS adalah salah satu nabi dan rasul yang kisahnya tercantum dalam Al-Qur’an. Ia diperintahkan berdakwah kepada kaum ‘Ad.
Hud AS dikenal dengan sifatnya yang tegas. Nama Nabi Hud AS disebut sebanyak 7 kali dalam Al-Qur’an.
Menukil dari buku Mukjizat Isra Mi’raj dan Kisah 25 Nabi-Rasul tulisan Winkanda Satria Putra, Nabi Hud AS hidup sekitar 2450-2320 SM. Hud AS hidup sekitar 150 tahun dan pada 2400 SM dia diutus menjadi rasul.
Sang nabi merupakan putra dari Abdullah bin Ribah bin Khulud bin Ad bin Aus bin Irim bin Syam bin Nuh. Ia adalah keturunan suku ‘Ad yang hidup di Jazirah Arab, suatu tempat bernama Al Ahqaf. Lokasinya di utara Hadramaut, yaitu Yaman dan Oman.
Allah SWT berfirman,
۞ وَاذْكُرْ اَخَا عَادٍۗ اِذْ اَنْذَرَ قَوْمَهٗ بِالْاَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖٓ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَۗ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ ٢١
Artinya: “Ingatlah saudara (kaum) ‘Ad (Hud) saat dia mengingatkan kaumnya (yang tinggal) di (lembah) Ahqaf. Sungguh, telah berlalu para pemberi peringatan sebelum dan setelahnya. (Dia berkata,) ‘Janganlah kamu menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar’.” (QS Al-Ahqaf:21)









