Porostimur.com, Ambon — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, memastikan groundbreaking proyek EPCI (Engineering, Procurement, Construction, and Installation) Masela akan dilakukan setelah Lebaran 2026.
“Habis lebaran groundbreaking Masela,” kata Djoko kepada Ruangenergi.com, Selasa (24/2/2026), dalam bincang virtual di Jakarta.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proyek LNG terbesar yang saat ini dikembangkan di Indonesia Timur benar-benar bergerak menuju tahap konstruksi. Proyek strategis nasional ini dikelola oleh Inpex Masela Ltd. sebagai operator Blok Masela.
Restu AMDAL Jadi Tonggak Krusial
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberikan persetujuan atas dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pengembangan Blok Masela.
Persetujuan AMDAL ini menjadi tonggak penting. Tanpa dokumen lingkungan yang disahkan, proyek tidak dapat melangkah ke tahap konstruksi fisik. Dengan keluarnya izin tersebut, salah satu hambatan administratif terbesar dalam proyek Masela resmi terlewati.
Bagi investor dan pelaku industri, restu lingkungan ini juga mencerminkan bahwa desain pengembangan lapangan, termasuk fasilitas LNG darat (onshore), telah dinilai memenuhi aspek kelayakan lingkungan.










