Porostimur.com, Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras terkait potensi konflik lanjutan antara kedua negara.
Dalam pernyataannya yang dilansir Al Jazeera, Araghchi menegaskan bahwa Iran siap memberikan “kejutan” lebih besar jika perang kembali terjadi, termasuk menghancurkan lebih banyak pesawat militer Amerika Serikat.
“Angkatan Bersenjata kami yang kuat telah terbukti mampu menembak jatuh F-35 yang selama ini dianggap tak tersentuh. Dengan pengalaman yang kami miliki, jika perang kembali terjadi, akan ada lebih banyak kejutan,” ujar Araghchi.
Klaim Kerugian Besar Militer AS
Pernyataan tersebut merujuk pada laporan Congressional Research Service (CRS) yang menyebutkan bahwa militer AS kehilangan puluhan pesawat selama konflik dengan Iran sejak akhir Februari 2026.
Dalam laporan itu, diperkirakan sebanyak 42 pesawat—termasuk jet tempur, helikopter, dan drone—mengalami kerusakan atau hancur. Nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran dolar.
Araghchi menilai laporan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan militer Iran tidak bisa dianggap remeh.
“Bahkan Kongres AS mengakui kerugian besar itu. Ini menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan kami efektif menghadapi teknologi militer modern,” tegasnya.









