Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dampak ekonomi global akibat konflik tersebut. Dalam laporan terbarunya, PBB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 2,5 persen, dipicu oleh kenaikan harga energi dan terganggunya perdagangan internasional.
Ketegangan yang terus berlanjut ini membuat kawasan Timur Tengah, khususnya Teluk, tetap berada dalam kondisi rawan, dengan potensi eskalasi konflik yang sewaktu-waktu bisa kembali pecah.
sumber: sindonews









