Porostimur.com, Dobo – Tokoh perempuan Kabupaten Kepulauan Aru Elsye Duganata, menyoroti kesenjangan ekonomi sebagai salah satu akar utama yang memicu konflik antar kelompok masyarakat di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Elsye yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Aru, menyusul meningkatnya dinamika sosial dan benturan antar warga dalam beberapa waktu terakhir.
Konflik Individu Berujung Benturan Kelompok
Menurut Elsye, sejumlah konflik yang terjadi di Aru kerap bermula dari persoalan individu, namun kemudian berkembang menjadi konflik terbuka antar kelompok masyarakat.
“Benturan ekonomi dalam konflik individu yang terjadi seringkali berawal dari persoalan kecil, namun berkembang menjadi konflik terbuka bukan hanya karena faktor ego sektarian, tetapi juga dipicu oleh kesenjangan ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan akses terhadap lapangan kerja, minimnya peluang ekonomi, serta kelangkaan sumber daya lokal menjadi faktor yang memperlebar jarak sosial di tengah masyarakat.
“Kondisi ini menciptakan ruang pemisah yang cukup tajam, sehingga konflik individu dapat dengan mudah berkembang menjadi konflik antar kelompok,” jelasnya.
Anomali Ekonomi dan Protes Sosial
Elsye menilai, konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai hal biasa, melainkan merupakan bentuk anomali ekonomi yang tidak bertumbuh secara merata di tengah masyarakat.









