Porostimur.com, Baku – Di tengah upaya pemulihan pascakonflik yang mengguncang Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir, Iran kembali menggaungkan seruan persatuan dunia Islam. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa negara-negara Muslim tidak lagi bisa bergantung pada kekuatan eksternal dan harus mulai membangun tatanan regional baru berdasarkan kemampuan, sumber daya, dan kekuatan rakyat mereka sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf saat menghadiri Sidang ke-20 Uni Parlemen Negara-Negara Islam (PUIC) di Baku, Azerbaijan, Rabu (30/7), dalam serangkaian pertemuan dengan pimpinan parlemen Turki dan Azerbaijan.
Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmuş, Qalibaf menilai konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan pelajaran penting bagi negara-negara di kawasan.
“Telah menjadi jelas bahwa akar dari semua kemalangan adalah rezim Zionis, dan kedua, kesombongan kosong serta kekuatan palsu Amerika runtuh selama perang ini,” kata Qalibaf.
“Karena itu, negara-negara Timur Tengah dan dunia Islam harus membangun tatanan baru berdasarkan kemampuan, sumber daya, dan rakyat mereka sendiri,” lanjutnya.









