Freeport Dipastikan Batal Bangun Smelter di Halmahera

oleh -33 views

Porostimur.com | Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia sepakat melakukan kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar, kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Kontrak EPC dengan Chiyoda ini baru saja ditandatangani kemarin, Kamis, (16/07/2021).

Dengan ditandatanganinya kontrak EPC ini, pembangunan proyek smelter dengan kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan pembangunan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) ini ditargetkan bisa tuntas pada 2023 mendatang.

Adapun produk dari hasil smelter ini yakni sekitar 600 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Sebelum sepakat dengan Chiyoda, Freeport sempat didekati oleh perusahaan asal China, Tsingshan Group untuk membangun smelter tembaga baru di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Namun, rencana tersebut sudah dipastikan batal.

Baca Juga  Punya Mental Juara, Ketua DPRD Maluku Jagokan Belanda di Piala Dunia 2026

Hal tersebut disampaikan oleh Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama. Dia mengatakan, Freeport tidak mencapai kesepakatan untuk melakukan kerja sama.

“PTFI tidak mencapai kesepakatan dengan Tsingshan untuk pembangunan smelter,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/07/2021).