Dandelion Darimu

oleh -291 views

Cerpen Karya: Aen

Seperti dandelion yang telah putih menua kau pergi meninggalkanku seorang diri.
Seperti dandelion yang ringan terbang bersama angin kau melangkah sesuka hati tanpa bertanya arah terlebih dahulu.
Seperti dandelion kau jatuh pada hati dan tumbuh di tempat baru tanpa mengingat lagi dimana mulanya semuanya bisa terjadi.
Seperti dandelion, kau kembali hidup untuk melukai tanah yang kau tumpangi.

Ku berharap seperti dandelion juga indahmu sehingga aku tak bisa membenci.
Nyatanya, aku memang tidak bisa membenci. Senyumanmu, tawa indahmu telah menahan hati. Menjadikanku tak lagi sanggup melakoni diri dan terlanjur jatuh pada kebohongan yang bibir indah itu ucapkan tanpa setitik pun kegagalan.

Baca Juga  Polda Maluku Dalami Peran 13 Anggota Polisi dalam Kasus Narkotika

Telah lama ku menanti, dimana hariku bisa membenci. Dan tibalah sekarang ini, kau putuskan untuk mengakhiri kesenangan yang kau ciptakan. Seperti hujan kau jatuhkan air mata tipuan yang menjadikanku tak sanggup lagi menahan kerinduan.

Kau peluk erat tubuhku dengan bergumam beribu maaf yang sulit untuk ku diberi. Ku terlanjur membenci, membenci kesenanganmu yang menyakiti hati. Jika aku bertanya apakah kau mengerti apa itu hati, mungkin jawaban pasti telah lama kau siapkan.

Siapa tak mengerti hati?
Semuanya dilakukan dengan hati, kehati-hatian, dan penuh perhatian. Demikianlah kujaga hatiku agar tetap hanya menjadi milikmu dan yang kini kudapat hanya permainan yang menurutmu tak berarti sama sekali.

No More Posts Available.

No more pages to load.