Respons Aksi Masyarakat Adat Tanimbar, Wagub Maluku Singgung Kewenangan Daerah yang Kian Terbatas

oleh -34 views
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, merespons aksi damai yang digelar Forum Musyawarah Masyarakat Adat Kecamatan Tanimbar Selatan di depan Kantor Gubernur Maluku, Kamis (2/7/2026).

Porostimur.com, Ambon – Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, merespons aksi damai yang digelar Forum Musyawarah Masyarakat Adat Kecamatan Tanimbar Selatan di depan Kantor Gubernur Maluku, Kamis (2/7/2026). Dalam dialog bersama massa aksi, Vanath menyinggung posisi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sebagai Ketua Partai Gerindra Maluku, sekaligus menyoroti semakin terbatasnya kewenangan pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan strategis.

Pernyataan itu disampaikan saat Pemerintah Provinsi Maluku menerima aspirasi masyarakat adat yang menolak pengalihan status tanah adat menjadi tanah negara dan meminta pengakuan terhadap hak ulayat dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Singgung Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Menanggapi pertanyaan massa terkait penanganan sejumlah peserta aksi yang sempat diamankan aparat, Vanath mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya komunikasi antara pemerintah pusat dengan Gubernur Maluku.

Baca Juga  Kejati Maluku Periksa Dua Saksi Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Gempa Maluku Tengah

Menurutnya, Hendrik Lewerissa memiliki posisi strategis sebagai Ketua Gerindra Maluku, sementara Ketua Umum Partai Gerindra saat ini dijabat Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Bisa jadi Gubernur sebagai Ketua Gerindra di Maluku ditelepon. Mungkin saja mereka telepon dari atas. Yang ditangkap kemarin itu orang kita,” ujar Vanath di hadapan massa aksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.