Abu Jatuh, Suara Berhamburan

oleh -3 Dilihat

Perbedaan mandat itu wajar. Yang tidak perlu adalah membiarkan masyarakat menyusun sendiri potongan-potongan informasi tersebut menjadi sebuah kesimpulan. Koordinasi komunikasi karena itu sama pentingnya dengan koordinasi lapangan.

Informasi ilmiah perlu diterjemahkan menjadi instruksi yang sederhana tanpa kehilangan ketepatannya. Ketidakpastian juga perlu disebutkan sebagai ketidakpastian, bukan ditutup dengan kepastian yang dibuat-buat.

Seni komunikasi bencana bukan membesarkan atau mengecilkan ancaman, melainkan memberikan ukuran yang tepat terhadapnya. Masyarakat tidak membutuhkan pejabat yang paling keras suaranya, melainkan informasi yang paling presisi, konsisten, dan dapat dipercaya.

Sebab dalam bencana, informasi bukan sekadar pelengkap penanganan. Informasi itu sendiri adalah salah satu bentuk pertolongan.

Dan ketika abu sudah jatuh ke halaman rumah, yang dibutuhkan warga bukanlah suara yang paling banyak, melainkan suara yang membuat mereka tahu apa yang harus dilakukan.

Baca Juga  Tanah Adat Terus Dirampas, Vigel Faubun: Di Mana Majelis Latu Pati Maluku?

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 7/9/2026

No More Posts Available.

No more pages to load.