Dia menjelaskan kebakaran diduga disebabkan puntung rokok yang dibuang ke dalam tong sampah yang memuat bahan mudah terbakar yaitu styrofoam di dalamnya. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan dan masih dalam pemeriksaan.
“Akibat insiden tersebut, dua unit sekoci dan empat unit ILR mengalami kerusakan. Untuk nilai kerugian masih belum dapat disebutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Jayapura, Slamet Yanuardi membenarkan peristiwa terbakarnya KM Labobar di tengah laut saat berlayar dari Balikpapan menuju Palu.
“Saya belum tahu jelas seperti apa kronologisnya atas insiden terbakarnya KM Labobar tersebut,” ucap Slamet Yanuardi ketika berhasil dihubungi Ceposonline.com via telepon selulernya, Sabtu (4/10/2023) pagi.
Kata Slamet, KM Labobar saat itu berlayar dari Balikapapan tujuan Palu, Bitung, Manado, Ternate, Sorong, Jayapura.
“Kalau kapalnya sudah tiba di Jayapura baru kita tahu pasti apa penyebab kebakaran dan pastinya akan kita sampaikan,” ujar Slamet.
Slamet menyampaikan, dirinya baru mendapatkan informasi kebakaran KM Labobar itu dari media sosial.
“Dari pihak kapal belum ada pemberitahuan ke kami, tetapi dari informasi yang kami terima kebakaran itu akibat puntung rokok,” teranngnya.










