Amerika Makin Terkunci

oleh -438 views
Toni Rosyid

Ketika jalur minyak ditutup, harga minyak melambung tinggi. Dari US$ 65-72 per barel jadi US$ 100-113 per barel. Dunia kebingungan, termasuk Amerika. Kurang dari dua minggu selat hormuz ditutup, Amerika melunak dan buka kran minyak dari Rusia. Saat ini, Amerika sedang mempertimbangkan untuk mencabut embargo terhadap Iran. Fakta ini menjadi tanda kekalahan awal bagi Amerika.

Bayangkan jika kabel optik diputus. Jalur data dunia, termasuk data finance akan terputus. Keadaan ini akan menambah kekacauan global. Krisis energi dan krisis data.

Amerika tak mau hilang muka. Tak akan bisa terima jika dianggap kalah. Kalah, maka Amerika akan kehilangan marwahnya, terutama di mata negara teluk dan Eropa.

Baca Juga  Banjir Rendam Kota Weda, RSUD Tergenang dan Warga Mengungsi

Maka, Amerika ngotot mau habisi Iran. Amerika lakukan provokasi, baik kepada negara-negara teluk maupun NATO untuk turut serta kerahkan kekuatan militar ke wilayah Iran. Sayang, provokasi Amerika tidak mendapat respon. Terutama Perancis dan Spanyol dengan tegas menolaknya.

Satu-satunya jalan jika Amerika ingin habisi Iran, negara Trump ini harus turunkan pasukan darat dalam jumlah besar. Jika ini dilakukan, perang paling cepat akan selesai 18 bulan. Perang butuh biaya US $ 3 T. Ada sekitar 15.000 tentara yang kemungkinan akan jadi martirnya. Yang tidak kalah berisiko, Iran bisa putus kabel optik di bawah selat Hormuz. Jika ini dilakukan, dunia, terutama Eropa akan mengalami bencana. Dan opsi terakhir jika terdesak, Iran bisa tembakkan rudal dengan hulu ledak nuklir ke Israel. Ini akan jadi kiamat buat Israel.

No More Posts Available.

No more pages to load.