AMGPM dan GAMKI Klarifikasi Polemik Pemecatan Wellem Wattimena yang Menyeret Nama Gereja

oleh -566 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Beredarnya surat terkait polemik pemecatan Wellem Wattimena dari lima oknum yang mengatasnamakan pemuda dari berbagai kalangan gereja, kepada Ketua DPD Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina, telah menjadi sorotan publik.

Menyikapi beredarnya surat tertanggal 7 Juni 2021 tersebut dan pemberitaan oleh salah satu media online yang mengatasnamakan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), maka Pengurus Besar (PB) AMGPM melakukan klarifikasi yang ditujukan kepada pengurus dan semua anggota AMGPM pada setiap jenjang organisasi.

Adapun pernyataan klarifikasi dari Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku diterima oleh Porostimur.com pada, Selasa (15/6/2021.

Dalam empat butir pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Mekianus Saidekut dan Sekretaris Pdt. Rishad E Resep itu, PB AMGPM menyatakan, tidak pernah memberikan pikiran dan rekomendasi kepada saudara Rollin Sarimanelaa, SH untuk menyampaikan pandangan politik terhadap pemecatan anggota DPRD Provinsi Maluku atas nama saudara Wellem Wattimena apalagi berhubungan dengan sikap Partai Demokrat terhadap masalah dimaksud.

AMGPM menurut keduanya, tetap ada pada koridor politik yang santun dan tidak berkepentingan menyampaikan pikiran ke publik menyangkut dengan masalah internal partai politik. Terhadap hal tersebut, diharapkan semua kader AMGPM tetap mempercayakan pengurus besar untuk melakukan klarifikasi terhadap pernyataan tersebut.

Baca Juga  Sudah Kunjungi 234 Desa, Usman-Bassam Komitmen Bangun Halmahera Selatan

Kedua, Pengurus Besar AMGPM akan melakukan klarifikasi secara resmi dengan menyampaikan lewat media mainstream baik media cetak maupun media elektronik.

Ketiga, seluruh kader AMGPM diharapkan tidak menanggapi secara sepihak atas nama AMGPM untuk mengklarifikasi surat dimaksud. Tidak melakukan klarifikasi di media, baik media sosial maupun media elektronik. Berikan kepercayaan untuk PB menyampaikan klarifikasi atas nama AMGPM.

Dan yang keempat, PB AMGPM menyatakan, terhadap saudara Rollin Sarimanelaa, SH yang mengatasnamakan AMGPM yang menandatangani surat dimaksud, PB AMGPM berharap agar setiap jenjang AMGPM dapat memvalidasi dengan cermat data base keanggotaan sebab ternyata bawah dari peristiwa beredarnya surat dimaksud identitas nya tidak diketahui oleh kepengurusan.

Klarifikasi juga disampaikan oleh Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi Maluku.

Baca Juga  Cari Tahu Manfaat Tanaman Jarak serta Cara Atasi Stroke

GAMKI sebagai salah satu organisasi pemuda Kristen yang ikut terseret dalam pelemiik tersebut, mempertanyakan surat tertanggal 7 Juni 2021yang ditujukan kepada pimpinan DPD Partai Demokrat Maluku itu, di mana pada surat tersebut tercantum nama dan tandatangan oknum-oknum yang tidak bertnggung jawab.

GAMKI menyatakan, surat tersebut dengan jelas telah berani mengatasnamakan organisasi dan lembaga gereja.

Ketua DPD GAMKI Provinsi Maluku, Heppy Leonard Lelapary mengatakan, surat tersebut jelas tidak mewakili aspirasi organisasi Kristen maupun gereja, sebab bertentangan dengan apa yang menjadi misi gereja sebagai pembawa suara kebenaran.

“Kami GAMKI Maluku meminta dan nyatakan sikap bahwa edaran surat dari pihak-pihak yang tidak bertnggung jawab dengan memanfaatkan organisasi Kristen untuk membuat pernyataan yang meresahkan dan memecah-belah masyarakat “ tegas Lelapary.

DPD GAMKI Maluku menurut Lelapary, sangat menyesali dan menolak dengan tegas tindakan tidak terpuji para oknum yang telah mendatangani surat dimaksud dengan mengatasnamakan organisasi dan lembaga Gereja di Maluku.

Baca Juga  Gua Hawang, Keindahan Berbalut Mitos di Kei Kecil, Maluku Tenggara

“Kami meminta dengan tegas bagi oknum-oknum yang telah melakukan tindakan tidak terpuji yang telah mengatasnakan organisasi dan lembaga gereja di wilayah Maluku untuk melayangkan surat yang pada prinsipnya tidak ada hubungan dan sangkut pautnya,maupun tindakan yang telah berdampak melecehkan nama organisasi maupun lembaga gereja di hadapan publik,” tukasnya.

Lelapary bilang, GAMKI meminta pimpinan organisasi dan lembaga gereja untuk segera mengambil langkah hukum terhadap oknum-oknum yang telah mengatasnamakan organisasi dan lembaga gereja.

“Kami minta organisasi dan lembaga gereja segera melakukan koordinasi dengan media online Amex yang secara sadar telah membuat surat yang pada prisipnya tidak dapat dipertanggung jawaban secara organisasi,maupun secara kelembagaan gereja dalam wilayah Maluku,” ujar Lelapary.

“Untuk itu,kami DPD GAMKI Maluku akan turut serta mengawalkan prosesi sampai dengan saatnya oknim-oknum tidak bertanggung jawab harus melakukan klarifikasi dan mempertanggung jawabkan sikap mereka dihadapan hukum,” pungkasnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.