Porostimur.com | Ternate: Pandemi coronavirus menyebabkan kondisi darurat terjadi dimana-mana. Kematian dokter dan tenaga kesehatan beriringan dengan keterbatasan alat pelindung dan peralatan medis. Di Batang Dua, selama bulan Juli, telah terjadi delapan kematian. Yang meninggal semuanya orang tua yang mengalami sesak nafas. Tak ada pertolongan medis karena peralatan dan obat obatan di Puskesmas Mayau tak tersedia.
“Mendengar kabar duka dari Mayau, kami bergerak mengumpulkan koin, semula ada keraguan tapi puji Tuhan segalanya lancar. Koin yang terkumpul kami tukar di hypermart dan bisa untuk membeli dua tabung oksigen bekas yang masih layak pakai”, jelas Ketua Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku daerah Ternate, Keegan Lopulalan.
Dua tabung bekas itu kemudian dicat dan diberi oksigen baru. Rencananya akan dikirim ke Mayau dan Tifure. Selain tabung oksigen, hasil sumbangan dari para donatur juga digunakan membeli obat-obatan.
Sinode GPM di Ambon juga memberikan donasi sebesar 25 juta rupiah untuk membantu warga Batang Dua. Dana itu menurut Sekretaris Klasis GPM Ternate, Pendeta Donny Toisutta digunakan untuk membeli masker, alat infus dan vitamin. Ribuan masker untuk orang dewasa dan anak-anak, ratusan pak vitamin berbagai jenis serta peralatan medis tambahan akan dikirim ke Mayau dan Tifure, selasa malam dengan kapal Benawa Nusantara.










