Porostimur.com, Teheran – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas menyusul insiden saling serang terbaru di kawasan Teluk Persia. Meski situasi di lapangan meningkat, militer Iran menilai peluang pecahnya perang terbuka dalam waktu dekat masih relatif kecil.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menegaskan tetap siaga penuh menghadapi segala kemungkinan eskalasi konflik.
Iran Siaga Penuh, Siap Balas Serangan
Wakil Kepala Politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menegaskan bahwa seluruh lini pertahanan Iran berada dalam kondisi siaga satu dengan amunisi lengkap.
Ia bahkan memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya agar tidak meremehkan kekuatan Iran.
“Mereka siap meluncurkan serangan balasan yang masif apabila pihak asing mencoba melakukan agresi fisik ke wilayah kedaulatan Iran,” demikian laporan yang dikutip dari media internasional.
Akbarzadeh juga melontarkan ancaman keras dengan menyebut wilayah pesisir selatan Iran, dari Chabahar hingga Mahshahr, bisa menjadi “kuburan” bagi pasukan asing jika terjadi invasi.
AS Klaim Serangan Bersifat Defensif
Ketegangan ini meningkat setelah Teheran melayangkan protes kepada Washington atas dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan sejak April lalu.










