Andrew Carnegie dan Dosa Menjadi Kaya Sendiri

oleh -0 Dilihat

Namun di balik kemilau Carnegie Steel Company, tersembunyi konflik industrial yang keras. Jam kerja panjang, upah rendah, dan ketimpangan relasi kuasa adalah bagian dari keseharian industri kala itu.
Puncaknya terjadi dalam peristiwa Homestead Strike—konflik berdarah antara buruh dan manajemen yang menjadi noda sejarah industri Amerika. Carnegie mungkin tidak berdiri di garis depan, tetapi sistem yang ia bangun memungkinkan kekerasan itu terjadi.

Paradoks Carnegie mengeras di sini: ia membangun kekayaan dari sistem yang kejam, lalu mencoba menebusnya dengan filantropi. Justru karena itu, ia menarik untuk ditulis bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai manusia yang bergulat dengan dosa struktural yang ikut ia ciptakan. Ia tidak menyangkal kapitalisme—ia menguasainya. Tetapi ia juga menyadari bahwa kapitalisme tanpa etika hanya akan meninggalkan reruntuhan sosial.

Baca Juga  Buka Pelatihan Vokasi AC BMK Kosgoro 1957, Ely Toisuta Dorong Pemuda Maluku Siap Kerja dan Berwirausaha

Titik balik itu datang pada tahun 1901, ketika Andrew Carnegie menjual Carnegie Steel Company kepada konsorsium yang dipimpin oleh J.P. Morgan. Nilai penjualannya mencapai sekitar US$480 juta—angka yang pada masanya nyaris tak terbayangkan dan setara dengan puluhan miliar dolar hari ini. Dari transaksi inilah lahir U.S. Steel, korporasi baja raksasa pertama di dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.