Wartawan: “Publik khawatir atas kehadiran Mulyono di Vatikan saat konklav berlangsung karena ia punya calon favorit di antara beberapa kardinal.”
PS: “Kekhawatiran itu tak berdasar. Buat apa Mulyono cawe-cawe?”
Wartawan: “Untuk merekayasa Kaesang menjadi Wakil Paus.”
PS: “Ah, tak usah khawatir. Saya sudah perintahkan imigrasi bandara untuk menjegal Anwar Usman ke luar negeri.”
***
Anwar Sadat
Pada 1981, Presiden Mesir Anwar Sadat dibunuh seorang jihadi akibat kebijakannya berdamai dengan Israel. Ia dikecam dan ditinggalkan bangsa Arab dan Dunia Islam. Atas tindakan Sadat merangkul Israel, pemerintahan AS di bawah Presiden Ronald Reagan mengirim empat mantan presiden AS ke Kairo untuk mengikuti prosesi pemakamannya.
Paus Fransiskus berpihak pada Palestina selama genosida Israel di Gaza. Ketika Paus wafat, negeri Konoha hanya mengirim seorang mantan presiden. Wartawan pun mengerubungi Presiden PS.
Wartawan: “Mengapa Bapak hanya “mengutus” Mulyono ke Vatikan. Padahal, Ronald Reagan mengutus empat mantan presiden AS untuk ikut takziah atas kematian Sadat?”
PS: “Karena, menurut saya, Bapak Mulyono adalah putera terbaik bangsa sepanjang masa. Bobot wibawanya melebihi empat mantan presiden AS.”
Wartawan: “Mohon berikan dasar argumentasinya, Pak.”









