***
Ijazah Palsu
Sudah lama para aktivis merongrong Mulyono yang dikatakan menggunakan ijazah palsu dalam mengikuti pilkada dan pilpres. Puteranya, Fufufafa, juga menghadapi tuduhan yang mirip. Mulyono tak banyak menanggapi. Tapi karena gelombang protes terus membesar bagai bola salju, Mulyono pun bersedia bertemu para aktivis untuk menjelaskan bahwa ijazahnya asli.
Mulyono: “Tuduhan kalian bahwa ijazah saya palsu sama artinya dengan menuduh almamater saya, KPU, badan intelijen, dll, berbuat lancung.”
Aktivis: “Salinan foto kopi ijazah Bapak terlihat telah direkayasa.”
Mulyono: “Saya tak tahu lagi bagaimana caranya meyakinkan kalian.”
Aktivis: “Caranya sederhana, Pak. Tunjukkan ijazah asli Bapak kepada kami.”
Mulyono: “Aduh, ijazah saya sedang dipinjam anak saya untuk mengikuti pilpres kemarin dan belum dikembalikan.”
***
Buhlul Dahalia
Kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump menjungkirbalikkan tatanan geopolitik dan geoekonomi global. Negeri Konoha terkena tarif resiprokal sebesar 32 persen atau senilai US$ 19 miliar untuk menutup defisit AS dalam perdagangan dengan Konoha. Presiden PS bergegas mengirim tim untuk negosiasi peringanan tarif resiprokal dengan AS.
Konoha berjanji akan meningkatkan volume impor dari AS untuk menciptakan keseimbangan perdagangan kedua negara. Hasilnya belum ketahuan. Sementara itu, Tiongkok – mitra dagang terbesar Konoha — mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara mitra yang mengakomodasi keinginan Trump dengan mengorbankan kepentingan Tiongkok. Wartawan pun menemui Mulyono guna menanyakan sikap apa yang harus diambil Konoha.









