PS: “AS butuh empat mantan presidennya untuk menghormati tokoh “kecil” yang dikucilkan Dunia Islam. Sementara kita hanya butuh seorang mantan presiden untuk menghormati tokoh besar yang diidolakan Dunia Katolik.”
***
Silaturahmi Menegangkan
Sejak Emak Banteng menolak keinginan Mulyono berkuasa tiga periode, hubungan keduanya memburuk. Menjelang Pilpres 2024, Mulyono mewanti-wanti Capres PS untuk mengucilkan Emak Banteng kalau mau memenangkan kontestasi pilpres. Ini ultimatum yang sulit bagi PS karena, selain teman lama, dukungan Emak Banteng sangat ia perlukan untuk meminimalisir kaum oposisi.
Tapi dalam suasana Idul Fitri baru-baru ini, diam-diam kedua pemimpin parpol itu memanfaatkan momentum ini untuk saling bertemu membahas isu-isu politik, termasuk soal kongres partai Emak Banteng, Sekjennya yang dipenjara, dan kemungkinan Emak Banteng bergabung dengan pemerintahan
PS. Wartawan ingin tahu bagaimana sikap Mulyono terhadap event ini.
Wartawan: “Baru-baru ini PS dan Emak Banteng bertemu. Bagaimana tanggapan Bapak?”
Mulyono: “Menurut saya itu baik sekali. Namanya juga silaturahmi.”
Wartawan: “Bapak tidak kecewa?”
Mulyono: “Mengapa harus kecewa!? Saya malah bangga. Wong mereka bicarakan tentang kehebatan saya melumpuhkan mereka.”









