“Besarnya anggaran belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan. Tetapi transparansi tetap penting agar publik bisa mengetahui penggunaan dan hasil dari anggaran tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, terdapat sejumlah dokumen yang dapat menjadi dasar untuk menguji efektivitas penggunaan anggaran, mulai dari dokumen perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga laporan pertanggungjawaban.
Dengan demikian, hubungan antara besarnya belanja perjalanan dinas dengan capaian program kesehatan dapat dilihat secara lebih objektif.
Porostimur.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat terkait dasar penyusunan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp16,49 miliar tersebut.
Konfirmasi tersebut mencakup rincian 33 paket kegiatan, tujuan perjalanan, jumlah peserta, dasar kebutuhan anggaran, serta manfaat dan output yang dihasilkan dari pelaksanaan perjalanan dinas tersebut.
(Asirun Salim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









