Anies-Cak Imin dan Reformasi Jilid 2

oleh -0 Dilihat
Toni Rosyid

Era Orde Baru, rakyat marah karena nepotisme. Sekarang? Ada beberapa partai dikendalikan oleh keluarga. Ini tidak ada di zaman Orde Baru. 9 tahun presiden menjabat, ipar, anak dan menantunya berada di posisi penting di pemerintahan.

Era Orde Baru pemilu dikendalikan. Bagaimana pemilu di era reformasi? Pemilu 2019 banyak kecurangan. 894 petugas KPPS meninggal. Pasca pemilu, puluhan demonstran ditangkap. Jelang pemilu 2024, banyak indikator adanya pengerahan instrumen negara untuk mendukung paslon tertentu.

Megawati, ketua umum PDIP bilang: “era ini kayak era Orde Baru”. Pernyataan ini dibenarkan dan didukung oleh Cak Imin. Cawapres Anies Baswedan.

Situasi yang penuh sesak dan semakin jauh dari semangat reformasi inilah yang mendorong Cak imin menggelorakan Reformasi Jilid 2. Reformasi jilid 1 gagal. Karena tidak mereformasi apa-apa, kecuali tampil layaknya Orde Baru. Bahkan lebih parah lagi. Korupsi makin parah setelah revisi UU KPK. Pemilu terkekang. Karena instrumen negara digunakan sebagai mesin pemenangan. Kebebasan pendapat diintimidasi. Sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan maaih jauh dari perubahan. Pembangunan tidak jelas arahnya. Dalam konteks ini Orde Baru jauh lebih baik dan terukur. Desentralisasi diubah lagi menjadi sentralisasi. Lalu, apa yang bisa diambali manfaatnya dari reformasi selain mengganti Soeharto?

No More Posts Available.

No more pages to load.