APBD – P 2021 Kepulauan Sula Ditetapkan Rp 812 Milyar, Turun dari Tahun Sebelumnya

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menyepakati untuk irit belanja, terutama belanja modal pada APBD Perubahan Tahun 2021.

Hal ini sebagaimana disampaikan Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus dalam sambutannya pada Parat Paripurna Pengesahan APBD-P Tahun 2021 di DPRD, Rabu (8/9/2021) malam.

Belanja daerah disepakati turun 3,12 persen atau Rp 26,13 miliar. Sehingga, belanja daerah dalam APBD-P kali ini menjadi Rp 812,06 dari APBD induk senilai Rp 838,19 miliar.

Penurunan drastis dari belanaja daerah ini, terdapat pada belanja modal yang disepakati turun 33,75 persen atau Rp 54,15 miliar. Sehingga dari Rp 160,47 miliar turun menjadi Rp 106,31 miliar dan belanja transfer dari Rp 129,42 miliar menjadi Rp 127,93 miliar.”Untuk belanja modal turun 33,75 persen atau Rp 54,15 miliar dan belanja transfer turun sebesar Rp 1,48 miliar atau 1,15 persen,”kata Fifian.

Sedangkan belanja operasional dari Rp 546,29 miliar naik menjadi Rp 549,82 miliar dan Belanja tak terduga naik signifikan dari Rp 2 miliar pada APBD induk menjadi 27,99 miliar.

Baca Juga  FT Unibrah Sofifi Sukses Gelar Webinar, Jembatan Temadore Tak Sekadar Mimpi

“Belanja operasi naik 0,65 persen atau Rp 3,52 miliar dan belanja tak terduga naik 1,299,57 persen atau Rp 25,99 miliar,” jelasnya.

Sedangkan Pendapat daerah disepakati menurun 2,94 persen atau 23,68 miliar. Pendapatan daerah pada APBD induk ditetapkan Rp 804,69 miliar turun menjadi Rp 781,01 miliar.

Untuk pendapatan daerah dalam APBD-P tahun ini disepakati menurun sebesar Rp 23,68 miliar atau 2,94 miliar dari Rp 804,69 APBD induk miliar menjadi Rp 781,01 miliar.

Pendapatan asli daerah (PAD) ditetapkan naik 6,46 persen atau Rp 1,79 miliar, sehingga PAD yang ditetapkan pada APBD induk sebesar Rp 27,8 miliar naik menjadi Rp 29,6 miliar.

Baca Juga  Tanda Tangani KUA PPAS APBD Perubahan Tahun 2021, ini Harapan Bupati Kepulauan Sula

PAD dari sektor pajak daerah pada APBD Perubahan tidak mengalami perubahan. Nilainya tetap Rp 6,38 miliar.

Sedangkan sektor retribusi daerah Pemda bakal genjot. Karena itu, pada APBD Perubahan disepakati naik sebesar 17,24 persen atau Rp 10,2 miliar dari yang ditetapkan sebelumnya Rp 8,7 miliar.

Disektor hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, disepakati turun 17,24 persen atau Rp 3,5 miliar menjadi Rp 2,79 miliar

Pendapatan transfer ditetapkan turun 3,36 persen atau Rp 25,47 miliar. Sehingga pendapatan transfer Rp 758,68 miliar dari APBD induk turun menjadi Rp 733,20 miliar di APBD-P 2021.

“Pendapatan transfer pemerintah pusat ditetapkan turun dari Rp 748,44 miliar menjadi Rp 721,46 atau turun 3,6 persen. Sedangkan pendapatan transfer antar pemerintah daerah ditetapkan naik 14,65 persen atau dari Rp 10,24 miliar naik menjadi Rp 11,74 miliar. Sementara Lain-lain pendapatan yang sah disepakati Rp 18,20 miliar,” ujarnya.

Baca Juga  Tewas di Tangan Anak Buah John Kei, Begini Suasana Makam Yustus Corwing Rahakbau

Untuk angka defisit disepakati nol pada APBD Perubahan. Angka defisit pada APBD induk senilai Rp 33,5 miliar. Sedangkan dalam APBD-P ditetapkan Rp 31,05 miliar.

Fifian menyampaikan, angkat defisit tersebut masih dalam kewajaran. Pasalnya, ditutupi dengan sisa lebih (Silpa) tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 32,56 miliar.

“Sehingga struktur APBD-P tahun 2021 menganut anggaran berimbang atau Zero (nol) defisit,” pungkasnya. (ifo)

No More Posts Available.

No more pages to load.