Arah Tembakan Anggota Polri Saat Peristiwa Tamilouw Diusut

oleh -0 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku mengusut arah tembakan polisi saat keributan dengan warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa, 7 Desember 2021. Hal itu untuk memastikan tembakan tidak langsung mengarah ke warga setempat.

“Sekarang ini tim Propam di lapangan melakukan penyelidikan, tentunya kita berharap dari hasil penyelidikan itu nanti kita bisa mengetahui fakta-fakta bahwa tembakan ini mengarah langsung ke atas atau ke tanah,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat dikutip dari medcom.co.id, Kamis (8/12/2021).

Roem mengatakan berdasarkan pengakuan anggota, tembakan tidak mengarah ke warga. Polisi tidak serta-merta memercayai pengakuan tersebut.

“Ini yang perlu untuk tim Propam (pastikan) setelah hasil penyelidikan baru dijelaskan,” ungkap Roem.

Propam memeriksa sejumlah saksi, baik warga maupun anggota polisi. Namun, Roem belum dapat memastikan jumlah warga dan anggota yang diperiksa.

Baca Juga  Memo-Sulfianto Sumbang Emas Kedua Dayung

Menurut dia, sinyal di Kabupaten Maluku Tengah tidak stabil. Akibatnya, laporan belum sampai ke Polda Maluku yang terletak di kota.

“Sampai sekarang kami belum dapat informasi ya, yang jelas kemarin pas kejadian Pak Wakapolda (Brigjen Jan Leonard de Fretes) memerintahkan anggota untuk langsung berangkat ke tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap Roem.

Penembakan terhadap belasan warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, terjadi pada Selasa dini hari, 7 Desember 2021. Belasan warga kena tembak peluru karet dan gas air mata saat upaya penjemputan paksa terduga pelaku perusakan tanaman dan pembakaran Kantor Desa Sepa.

Kericuhan terjadi lantaran anggota polisi dihadang dan tidak diperkenankan membawa terduga pelaku. Selain warga, tujuh anggota polisi terluka akibat pelemparan batu.

Baca Juga  Rawat Anak Jalanan, Aipda Edwin Mangare Terima Penghargaan dan Diajak Makan Bersama Kapolda Maluku

Propam Polda Maluku tengah melakukan penyelidikan di TKP. Hal ini guna memastikan proses penjemputan paksa terduga pelaku sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Anggota yang melanggar aturan dipastikan akan ditindak tegas. Polri tidak akan membela anggotanya yang bersalah. Total, 33 anggota Polda Maluku dipecat dengan tidak hormat akibat melakukan pelanggaran sepanjang 2021.

(red/medcom)