Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis
Dulu kita diajari bahwa perang adalah soal keberanian, strategi, dan sedikit keberuntungan—seperti ujian nasional dengan risiko nyawa.
Tapi sekarang, kata host CNN dan kolumnis Fareed Zakaria, perang berubah menjadi sesuatu yang lebih dingin, lebih matematis, dan — ini yang paling mengganggu — lebih murah.
Ya, murah. Kata yang biasanya kita pakai untuk diskon akhir tahun, kini menjadi kata kunci dalam membunuh secara efisien.
Dalam satu minggu pertama serangan balasan Iran, sekitar 71% serangan dilakukan oleh drone. Uni Emirat Arab saja menerima lebih dari 1.400 drone dan ratusan rudal dari Iran dalam delapan hari.
Ini bukan hanya perang, ini spreadsheet berjalan. Setiap angka bukan sekadar statistik, tapi proyektil yang punya alamat.
Di sinilah konsep yang disebut Fareed Zakaria sebagai “precise mass” (presisi massal) menjadi nyata.
Presisi tidak lagi eksklusif milik negara besar dengan rudal Tomahawk atau jet siluman. Kini presisi bisa diproduksi massal, seperti gorengan di pinggir jalan yang murah, cepat, dan banyak.
Mari kita bicara angka, karena di sinilah tragedi berubah menjadi logika. Satu drone Iran tipe Shahed, harganya sekitar 35 ribu dolar. Sementara satu interceptor Patriot milik Amerika Serikat dan Israel, harganya sekitar 4 juta dolar.










