Aritmetika Perang 2.0

oleh -836 views

Artinya, untuk menjatuhkan satu drone murah, mereka harus menghabiskan uang yang cukup untuk membeli lebih dari seratus drone baru.

Ini bukan sekadar ketimpangan. Ini jebakan ekonomi. AS dan Israel sebagai pengeroyok Iran membakar ribuan dolar, pembela membakar jutaan.

Bahkan keberhasilan bertahan mereka pun terasa seperti kalah pelan-pelan. Seperti orang yang berhasil memadamkan api, tapi rumahnya sudah habis duluan.

Namun revolusi ini tidak berhenti pada drone. Zakaria menekankan sesuatu yang jauh lebih besar mengenai “arsitektur perang baru”.

Perang kini merupakan orkestrasi kompleks antara sistem otonom murah, kecerdasan buatan untuk penargetan, citra satelit komersial, jaringan komunikasi yang tahan gangguan, sensor terintegrasi, dan perangkat siber.

Baca Juga  Penuhi Infrastruktur SMPN 13 Tual, Wali Kota Janji Bangun Perpustakaan Representatif

Perang bukan lagi soal satu senjata unggul. Ini soal ekosistem. Seperti tubuh manusia di mana bukan hanya otot yang menentukan, tapi juga saraf, darah, dan refleks.

Dan refleks itu kini dipercepat secara brutal. Dalam eksperimen militer AS, mesin mampu menghasilkan rekomendasi dalam waktu kurang dari sepuluh detik, dengan opsi 30 kali lebih banyak dibanding tim manusia.

Bayangkan jenderal perang digantikan oleh dashboard, dan keputusan hidup-mati ditentukan oleh kecepatan prosesor.

No More Posts Available.

No more pages to load.