Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya

oleh -618 views

2. Seolah-olah Bersamalan dengan Allah Yang Maha Pengasih
Baginda Rasulullah SAW mengkiaskan Hajar Aswad sebagai “tangan Allah” di bumi. Barangsiapa yang mengusap Hajar Aswad, seolah-olah sedang bersalaman dengan Allah yang Maha Pengasih. Selain itu, ia dianggap seperti sedang berbaiat kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW sebagaimana sabda beliau:

مَنْ فَاوَضَهُ، فَإِنَّمَا يُفَاوِضُ يَدَ الرَّحْمَنِ

Artinya: “Barangsiapa bersalaman dengannya (Hajar Aswad), seolah-olah ia sedang bersalaman dengan Allah yang Maha Pengasih.” (HR Ibnu Majah 2957)

3. Memberikan Syafaat
Hajar Aswad akan memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah Ta’ala sebagaimana dijelaskan dalam Hadits riwayat at-Thabrany.

Asal Usul Hajar Aswad

Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya

Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini. Terletak di pojok Ka’bah bagian Tenggara Ka’bah. Sudut ini dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail ‘alaihimussalam.

Baca Juga  Tekuk Crystal Palace 3-0, Manchester City Tekan Arsenal di Puncak Klasemen

Dari Ibnu Abbas, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, Hajar Aswad turun dari surga, berwarna sangat putih daripada susu, lalu berwarna hitam akibat dosa manusia. (Sunan Tirmidzi 308)

Asal usul Hajar Aswad disebutkan dalam Kitab Hasyiyah Al-Bujairomi ‘alal Khotib karya Syakh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairimi Al-Syafii (Imam Bujairimi) wafat 1221 Hijriyah.

No More Posts Available.

No more pages to load.