Nama lain yang disebut dalam pesan itu adalah Yosua Tabwaiyanan, yang dikenal sebagai Presidium Gerakan Kemasyarakatan DPC PMKRI Cabang Langgur.
Baik Hani Nuhuyanan bersama koalisi perempuan maupun Yosua Tabwaiyanan bersama organisasi kepemudaan Cipayung sebelumnya diketahui aktif menunjukkan empati dan melakukan aksi solidaritas terhadap korban.
Aktivis Tegas Menolak
Dihubungi terpisah, Hani Nuhuyanan yang saat ini tengah dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun, mengaku telah berbicara langsung melalui telepon dengan Kepala Ohoi yang mengirim pesan tersebut.
“Saya tolak. Tidak akan terima uang itu. Saya sudah bicara di telepon dengan Pak Kepo dan bilang tidak akan terima sepeser pun karena kami murni empati kepada almarhum,” tegas Hani.
Sementara itu, Yosua Tabwaiyanan yang ditemui di Margasiswa PMKRI Cabang Langgur mengaku kaget namanya disebut akan menerima Rp1 juta. Ia menegaskan tidak mungkin menerima uang dari dana duka almarhumah, terlebih ia masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
“Saya dari PMKRI, kami semua di Cipayung berjuang untuk hak almarhum Veronika dan keluarganya, dan tidak untuk dapat uang,” ujar Yosua.
Baik Hani maupun Yosua mengaku hingga saat ini belum didatangi sosok yang disebut sebagai Cepo. Keduanya menegaskan, sekalipun ada pihak yang datang membawa uang sebagaimana disebutkan dalam pesan tersebut, mereka berkomitmen untuk menolaknya. (Tim)









