Rasulullah SAW mengingatkan muslim untuk berkata baik atau diam. Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan manusia bisa saja berbicara perkataan yang haram atau makruh, bahkan dibenci oleh Allah SWT.
Berdasarkan hadits, mengucapkan kata-kata yang dibenci Allah SWT dapat membuat pelakunya tergelincir ke neraka yang luasnya sejauh antara jarak timur ke barat. Nabi SAW bersabda:
وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلَمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ تَعَالَى لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
Artinya: “Ada juga orang yang tanpa berpikir panjang mengucapkan kalimat yang dibenci Allah sehingga membuatnya terjerumus ke neraka Jahanam.” (HR Bukhari).
Agar tidak mendapatkan konsekuensinya, lantas apa kalimat yang paling dibenci Allah SWT? Dengan begitu, muslim dapat menghindari untuk mengucapkannya.
Ucapan yang paling dibenci Allah SWT dijelaskan Rasulullah SAW melalui sabdanya:
وَإنَّ أَبغضَ اْلكَلَامِ إلَى اللَّهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجؐلُ لِلرَّجُلِ: إِتَّقِ اللَّهَ ، فَيَقُولُ عَلَيْكَ نَفْسَكَ
Artinya: “Perkataan yang paling Allah benci yaitu ketika seseorang menasihati temannya, ‘Bertakwalah kepada Allah’, tetapi dia menjawab, ‘Urus saja dirimu sendiri’.” (HR Baihaqi dan An Nasa’i).
Mengutip buku Hijrah Dahulu, Istikamah Kemudian oleh Hendra Bakti, maksud ucapan yang dibenci Allah SWT pada hadits tersebut adalah kalimat yang mengandung kesombongan dalam aspek teologis. Yang mana saat ada orang mengingatkan perihal takwa kepada-Nya, seseorang justru enggan diingatkan. Sebab merasa dirinya sudah benar atau menganggap terlalu ikut campur tentang urusan ketakwaannya.











