Bahlil Amankan Energi RI dari Rusia, Akademisi Angkat Suara

oleh -286 views
Kesepakatan yang terjalin melalui pertemuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev mencakup suplai minyak mentah (crude), LPG, hingga pengembangan fasilitas penyimpanan (storage).

Porostimur.com, Jakarta – Kerjasama energi antara Indonesia dan Rusia dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pasokan nasional. Kesepakatan yang terjalin melalui pertemuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev mencakup suplai minyak mentah (crude), LPG, hingga pengembangan fasilitas penyimpanan (storage).

Diversifikasi Pasokan Dinilai Tepat

Peneliti Pusat Studi Energi dan Sumber Daya Mineral Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ridho Hantoro, menilai langkah ini sebagai strategi taktis untuk memperluas sumber pasokan energi Indonesia.

“Tambahan pasokan dari Rusia adalah langkah taktis yang masuk akal untuk memperluas opsi pasok dan mengurangi risiko konsentrasi impor,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, diversifikasi pasokan penting untuk mengurangi ketergantungan pada sumber tertentu, sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar global.

Storage Jadi Faktor Kunci

Ridho menekankan bahwa pembangunan fasilitas penyimpanan energi justru menjadi aspek paling krusial dalam kerja sama ini. Menurutnya, penguatan infrastruktur storage akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan nasional.

Baca Juga  12 Finalis Trompela Cup 2026 Tampil Memukau

“Keberhasilan kebijakan ini bukan dari headline diplomatik, tetapi dari hal konkret seperti harga yang kompetitif, kecocokan crude dengan kilang, efektivitas LPG menekan impor, hingga lokasi storage yang strategis dan mudah diakses saat krisis,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.