Bangun Smelter Freeport, Inalum Kaji Tawaran Tsingshan Steel

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan, Mind ID buka-bukaan tentang rencana pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI). Di mana pembangunan smelter tersebut masih belum juga terlaksana.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, sejauh ini ada dua opsi untuk pembangunan smelter PTFI. Pertama adalah di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur dan yang kedua adalah, di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.

Semula, pembangunan smelter akan dilakukan di Gresik, namun karena adanya pandemk covid-19 terpaksa berhenti. Kemudian, perusahaan Tsingshan Steel datang menawarkan pembangunan smelter di Halmahera dengan biaya yang lebih murah dan pengerjaan yang lebih cepat.

Baca Juga  Gempa M5,0 Kembali Guncang Kabupaten Majene

Untuk pembangunan smelter yang di Halmahera, Orias mengaku masih dalam proses diskusi dan belum ada keputusan apapun yang diambil. Hal ini sekaligus membantah kabar yang menyebutkan PTFI menolak rencana kerjasama dengan Tsingshan yang sebelumnya sempat beredar.

“Awalnya kan bangun di Gresik, tapi karena covid semua berhenti, saat berhenti Tsingshan nawarin katanya lebih cepat dan murah. Kita masih diskusi semurah apa, soal timing dan kualitas juga,” ujarnya kepada Media dikutip pada Sabtu (8/5/2021).

Orias pun menargetkan agar keputusan pembangunan smelter PTFI bisa diputuskan segera. Ditargetkan, setelah lebaran atau antara Juni dan Juli keputusan lokasi pembangunan smelter bisa segera dilakukan.

Sehingga, pembangunan smelter untuk PTFI ini bisa segera rampung tepat waktu. Adapun target pembangunan smelter ada di tahun 2023.

“Setelah lebaran semoga ini bisa diputuskan dimana. Dua duanya punya kurang lebihnya masing masing,” jelasnya.

Baca Juga  Pimpinan & Anggota DPRD Maluku Lulus Test Urine

Namun, jika kerjasama dengan Tsingshan tak terwujud maka PTFI masih bisa berfokus merampungkan proyek smelter di JIIPE, Gresik, Jawa Timur. Karena, saat tawaran dari Tsingshan datang, proyek smelter di Gresik tetap berjalan terus.

“Semuanya kita lakukan outstanding, kalaupun missed di Tsingshan kan masih bisa di JIIPE, kita lanjutkan saja di JIIPE,” kata Orias.

Sekedar informasi, rencana pembangunan smelter di Weda Bay memiliki kapasitas sebesar 2,4 juta ton dengan biaya sekitar USD2,5 miliar. Sedangkan untuk kapasitas smelter Freeport di Gresik awalnya direncanakan sebesar 2 juta ton dengan investasi sekitar USD3 miliar.

Namun, dalam beberapa waktu belakangan kapasitasnya dipangkas menjadi 1,7 juta ton. Sedangkan 300.000 ton lainnya ditutupi melalui pengembangan smelter tembaga eksisting di PT Smelting.

Baca Juga  Peringati HUT, Satgas Yonif RK 732/Banau Gelar Bakti Sosial di Aboru

(red/okezone)