Bekal Literasi Perempuan di Ruang Publik

oleh -41 Dilihat

Setidaknya ada tiga jenis literasi yang perlu diperkuat.

Pertama, literasi data dan kebijakan.

Perempuan perlu dibiasakan membaca data dan memahami kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka. Membaca APBDes, memahami data kesehatan masyarakat, mengenali prioritas pembangunan daerah, atau sekadar mengetahui dari mana sebuah program dibiayai merupakan keterampilan yang sangat penting.

Tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Pelatihan membaca data sederhana, diskusi kebijakan, simulasi Musrenbang, dan forum warga dapat menjadi pintu masuk.

Perempuan yang datang ke ruang publik dengan pengetahuan dan data memiliki posisi yang berbeda dengan perempuan yang hanya datang membawa keluhan.

Kedua, literasi tulisan dan komunikasi.

Banyak pengalaman perempuan sebenarnya merupakan pengetahuan sosial yang berharga. Sayangnya, pengalaman itu sering berhenti sebagai percakapan informal.

Gagasan yang baik perlu dituliskan agar dapat menjadi dokumen, proposal, rekomendasi, artikel, atau masukan kebijakan. Karena itu, pelatihan menulis sederhana, berbicara di depan publik, menyusun proposal, hingga menyampaikan gagasan secara ringkas perlu diperluas.

Baca Juga  Zidane Umumkan Skuad Perdana Prancis, Lima Wajah Baru Dipanggil, Kanté Terdepak

Perempuan tidak harus menjadi penulis profesional untuk dapat menyampaikan gagasan. Mereka hanya perlu memiliki kemampuan untuk mengubah pengalaman menjadi pengetahuan dan pengetahuan menjadi suara publik.

No More Posts Available.

No more pages to load.