Porostimur.com, Ambon — Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) menghadapi tantangan besar dalam lima tahun ke depan: meningkatkan kapasitas pendidikan kedokteran tanpa mengorbankan mutu lulusan di tengah tingginya kebutuhan dokter dan keterbatasan fasilitas pendidikan klinik di Maluku.
Tantangan tersebut menjadi salah satu isu utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Diskusi Kelompok Terarah Pemangku Kepentingan untuk Pengembangan Rencana Strategis Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Tahun 2026–2030” yang digelar di Zest Hotel Ambon, Kamis (30/7/2026).
Forum tersebut menjadi ruang bagi FK Unpatti untuk mengevaluasi capaian sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pihak sebagai dasar menyusun arah pengembangan fakultas selama lima tahun mendatang.
FGD dihadiri Rektor Universitas Pattimura, pimpinan universitas, Dekan FK Unpatti dan jajaran, pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, dinas kesehatan, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, alumni, dosen, mahasiswa, serta mitra fakultas.
Bukan Sekadar Perbanyak Lulusan
Membuka kegiatan, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., mengatakan penyusunan Renstra menjadi momentum penting bagi FK Unpatti untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan pendidikan kedokteran di Indonesia.









