Berdayakan Ekonomi Lokal, Putadino Intens Dampingi Tahanan di Lapas Soasio

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com, Tidore – Putadino kayangan atau kain tenun Tidore terus menginspirasi banyak anak muda dalam memberdayakan tahanan di lapas Soasio Tidore dengan tujuan memberdayakan peningkatan ekonomi lokal.

Pergerakan dengan pendampingan dari anak-anak binaan pendiri Putadino kayangan Tenun Tidore Anita Gatmir ini, salah satunya mengajarkan bagaimana cara menenun serta memperkenalkan prodak kain tenun hingga marchandise tenun.

Pengelola putadino kayangan Wani kepada porostimur.com, mengatakan pemberdayaan Putadino di lapas sudah masuk di tahun kedua, sejak dimulai pada 2019 lalu.

“Sebelum itu, kita sudah bergerak untuk melakukan pendampingan ke Rutan Soasio, Tidore maupun ke sekolah-sekolah di Kota Tidore Kepulauan untuk mengajarkan para tahanan untuk menenun dengan baik,” papar Wani, Jumat (9/12/2022).

Dalam pendampingan tersebut, kata Wani, pihaknya tidak sekedar mengajarkan mereka teori saja, melainkan melakukan praktek langsung proses menenun maupun menciptakan prodak kerajinan.

Wani bilang, semua yang diajarkan kepada para tahanan adalah para penenun muda di putadino kayangan yang senantiasa optimis dan semangatnya terus dijaga hingga hari ini.

“Jadi perjalanan pemberdayaan yang intens ini, kami tidak menyia-nyiakan waktu karena banyak produk kerajinan yang telah diproduksi, seperti selendang, dan kerajinan lain, seperti: gantungan kunci, gelang, tas, kalung, dan dompet, hingga tenun ikat kecil dan beberapa produk lainnya sudah terjual,” jelasnya.

Dia bilang, baru-baru ini hasil karya para tahanan terjual dan beli oleh Direktur Perfilman dan Media Baru Kemendikbudristek Mahendra dan Kedubes Jerman pada saat acara Sail Tidore 2022.

“Karya-karya tersebut, murni buatan penenun tahanan rutan Soasio, dan luar biasa karya mereka dihargai dan dibeli oleh pejabat negara,’’ ungkap Wani.

Menurutnya, karya-karya para tahanan sudah menjadi dasar dan mempunyai pasar tersendiri, karena Putadino telah memiliki toko online dan offline.

“Jadi karya dan produk mereka bisa dijual di toko Putadino Kayangan. Belum lama ini, kami menyerahkan semua hasil produksi karya yang terjual, dan diserahkan secara langsung uangnya ke rutan untuk diberikan kepada tahanan yang sudah memproduksi karya,” tambahnya.

Terpenting, kata Wani, pihaknya terus bersama-sama ikut terlibat dalam kerja-kerja kreatif sebagai bentuk pemberdayaan di masyarakat.

Dalam menjalin kerjasama jangka panjang ujar dia, diharapkan rumah tenun bagian dari wadah bagi orang yang membutuhkan pekerjaan, seperti tahanan untuk memanfaatkan lapangan kerja bagi di rutan maupun masyarakat Tidore secara khusus dan Maluku Utara pada umumnya.

“Saya berterimakasih kepada Mama Ita owner Putadino yang telah banyak mencurahkan pengalaman kepada kami. Ini sebuah kebanggaan untuk anak muda maupun penenun muda dalam berbagi ilmu kepada teman-teman di Rutan Soasio, Tidore,” pungkasnya. (Culen)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.