Dia bilang, baru-baru ini hasil karya para tahanan terjual dan beli oleh Direktur Perfilman dan Media Baru Kemendikbudristek Mahendra dan Kedubes Jerman pada saat acara Sail Tidore 2022.
“Karya-karya tersebut, murni buatan penenun tahanan rutan Soasio, dan luar biasa karya mereka dihargai dan dibeli oleh pejabat negara,’’ ungkap Wani.
Menurutnya, karya-karya para tahanan sudah menjadi dasar dan mempunyai pasar tersendiri, karena Putadino telah memiliki toko online dan offline.
“Jadi karya dan produk mereka bisa dijual di toko Putadino Kayangan. Belum lama ini, kami menyerahkan semua hasil produksi karya yang terjual, dan diserahkan secara langsung uangnya ke rutan untuk diberikan kepada tahanan yang sudah memproduksi karya,” tambahnya.
Terpenting, kata Wani, pihaknya terus bersama-sama ikut terlibat dalam kerja-kerja kreatif sebagai bentuk pemberdayaan di masyarakat.
Dalam menjalin kerjasama jangka panjang ujar dia, diharapkan rumah tenun bagian dari wadah bagi orang yang membutuhkan pekerjaan, seperti tahanan untuk memanfaatkan lapangan kerja bagi di rutan maupun masyarakat Tidore secara khusus dan Maluku Utara pada umumnya.
“Saya berterimakasih kepada Mama Ita owner Putadino yang telah banyak mencurahkan pengalaman kepada kami. Ini sebuah kebanggaan untuk anak muda maupun penenun muda dalam berbagi ilmu kepada teman-teman di Rutan Soasio, Tidore,” pungkasnya. (Culen)










