Beruang di Istana

oleh -17 Dilihat

Kita tentu berharap sebaliknya. Kita ingin Jumhur tetap menjadi Jumhur: keras, kritis, dan berpihak.

Tetapi harapan saja tidak cukup. Ia harus dijaga, didukung, dan diawasi.

Karena jika tidak, maka kalimat “beruang sirkus” itu tidak lagi menjadi peringatan, melainkan menjadi diagnosis.

Dan ketika itu terjadi, yang hilang bukan hanya idealisme seorang aktivis, tetapi juga harapan kita bahwa kekuasaan masih bisa diperbaiki dari dalam.

Pada akhirnya, lingkungan hidup tidak peduli siapa menterinya. Hutan tidak membaca riwayat hidup. Sungai tidak mengenal gelar.

Mereka hanya merasakan satu hal: apakah manusia akhirnya berhenti merusak, atau terus mencari alasan.

Dan jika kita gagal lagi, mungkin suatu hari nanti anak cucu kita tidak akan lagi mengenal kata “hutan”.

Mereka hanya akan mengenal satu istilah baru: sirkus pembangunan.

Baca Juga  Inggris Tundukkan Republik Ceko 2-0, Gordon dan Kane Jadi Penentu

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 30/04/2026

No More Posts Available.

No more pages to load.