Bhineka Tunggal Ika Dalam Budaya Orang Basudara di Maluku

oleh -2 Dilihat

Sebagai contoh hubungan gandong yang ada pada kampung halaman saya sendiri, yakni Ambalau salah satu suku yang bermukim di Buru Selatan, dengan mayoritas Islam, memiliki hubungan darah kandung dengan masyarakat Nusalaut dengan mayoritas beraga Kristen. Adapun ikatan antara kedua saudara ini dikenal dengan ikatan gandong “NUSAMBA”.

Orang Nusalaut dan orang Ambalau memiliki kepercayaan kuat bahwa mereka adalah adik dan kakak, di mana Nusalaut sebagai kakak dan Ambalau sebagai adik kandung mereka. Mereka selalu melakukan panas Pela baik pada tingkatan perkumpulan pada ranah kabupaten ataupun kota.

Tujuannya adalah untuk tetap memperkuat dan mempererat hubungan kakak adik tersebut, sehingga tidak akan ada konflik baik politik, sosial yang merangsang mereka untuk saling terjerumus ke dalam masalah khususnya yang berbaur suku apalagi agama.

Baca Juga  Drama Lima Gol di Menit Akhir, Real Madrid Tundukkan Elche 3-2

Selain gandong yang ada pada Ambalau dan Nusalaut juga banyak sekali ikatan pela dan gandong antara satu negeri dengan negeri lain di Maluku yang kurang lebih tujuannya adalah memanifestasikan nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Konteks budaya. Apalagi mengingat Ambon merupakan salah satu dari kota di Provinsi Maluku yang pernah menjadi korban Konflik agama.

No More Posts Available.

No more pages to load.