Biaya Operasi Militer AS di Iran Tembus Rp1,7 Kuadriliun, Terus Bertambah Meski Gencatan Senjata

oleh -23 views
Biaya operasi militer Amerika Serikat dalam konflik Iran dilaporkan telah melampaui US$ 100 miliar atau sekitar Rp1,7 kuadriliun, menjadikannya salah satu operasi militer paling mahal dalam beberapa tahun terakhir.

Porostimur.com, Washington – Biaya operasi militer Amerika Serikat dalam konflik Iran dilaporkan telah melampaui US$ 100 miliar atau sekitar Rp1,7 kuadriliun, menjadikannya salah satu operasi militer paling mahal dalam beberapa tahun terakhir.

Angka tersebut terungkap dalam data terbaru yang dirilis platform pemantau pengeluaran perang Iran War Cost Tracker, yang menghitung seluruh biaya operasional sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026.

Meski gencatan senjata telah diumumkan, pengeluaran militer Amerika Serikat masih terus meningkat seiring berlanjutnya kebutuhan operasional di kawasan Timur Tengah.

Biaya Harian Capai Rp17 Triliun

Iran War Cost Tracker mencatat, penghitungan biaya mencakup berbagai komponen, mulai dari pengerahan personel militer, mobilisasi kapal perang, hingga dukungan logistik dan operasional lainnya.

Metode perhitungan tersebut mengacu pada laporan Pentagon kepada Kongres Amerika Serikat.

Baca Juga  FIFA Terapkan 8 Aturan Baru di Piala Dunia 2026, Fokus Perangi Buang Waktu dan Diskriminasi

Dalam laporan itu disebutkan, enam hari pertama operasi militer telah menghabiskan dana sekitar US$ 11,3 miliar.

Setelah fase awal, biaya operasional diperkirakan mencapai sekitar US$ 1 miliar per hari atau setara Rp17,6 triliun.

“Pengeluaran terus bertambah karena kebutuhan operasional militer di kawasan belum sepenuhnya dihentikan,” demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.