Estimasi Terus Naik
Pada akhir April, Departemen Pertahanan Amerika Serikat sempat memperkirakan total biaya operasi berada di angka US$ 25 miliar.
Namun, angka tersebut kemudian direvisi menjadi US$ 29 miliar, sebelum akhirnya melonjak hingga menembus US$ 100 miliar dalam pembaruan terbaru.
Lonjakan ini mencerminkan kompleksitas operasi militer yang masih berlangsung meskipun intensitas konflik telah menurun.
Konflik Belum Sepenuhnya Usai
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas setelah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 7 April 2026, namun belum mampu menghentikan sepenuhnya aktivitas militer di lapangan.
Kehadiran Militer Tetap Dipertahankan
Upaya diplomasi lanjutan yang digelar di Islamabad setelah gencatan senjata juga belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.
Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat tetap mempertahankan sebagian besar kekuatan militernya di kawasan, yang pada akhirnya terus mendorong kenaikan biaya operasional.









