Porostimur.com – Ambon: Politisi Maluku yang juga merupakan mantan kader senior PDI-Perjuangan, Bito Silvester Temmar mengatakan, Banteng atau lebih tepatnya “banteng kekar” yang dikenal sebagai lambang PDI-Perjuangan adalah satu konsep metaforis untuk mengonstruksi karakter dasar partai tersebut.
Banteng kekar itu, kata dia, seperti yang bisa disaksikan dalam gambar, memiliki moncong putih untuk melukiskan “kejujuran dan kebenaran” perjuangan partai ini.
Tanduk untuk menggambarkan “keperkasaan” perjuangan. Mata merah untuk menggambarkan “keberanian” dan seterusnya.
Maka menurutnya, konsep metaforik seperti inilah yang mesti hadir dalam laku elit dan warga partai pada semua level dan jenjangnya.
“Bias laku, lagi-lagi kalau dikonsepsikan secara metaforik akhirnya seperti tedong atau kerbau. Fisikali, tedong terlihat penurut, permisif, lamban, malas, dan seterusnya,” tukas Temmar.
“Jadi kalau kemudian secara sangat disengaja saya gunakan tedong sebagai konsep metaforik untuk menilai realitas kawan-kawan petinggi PDI Perjuangan Maluku, sesungguhnya bisa berarti mengolok-olok, meremehkan, dan sebagainya. Tentu untuk menyadarkan bahwa ada situasi bias atau distorsi yang sedang terjadi di PDI Perjuangan Maluku. Dengan lain perkataan, karakter banteng kekar kok tidak hadir dalam laku aktual politik elit dan kader partai ini di Maluku,” imbuhnya.




