Selain itu, tim juga menemukan indikasi jejak tsunami dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,5 meter di sejumlah wilayah, seperti Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara.
Data ini dinilai konsisten dengan peringatan dini tsunami berstatus siaga yang sempat dikeluarkan saat gempa terjadi.
BMKG Perkuat Mitigasi dan Pemantauan
Saat ini, tim gabungan BMKG yang melibatkan kantor pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV, serta unit pelaksana teknis di Maluku Utara dan Sulawesi Utara masih melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Selain itu, BMKG juga melakukan kajian mikrozonasi guna memetakan kerentanan tanah terhadap potensi likuefaksi dan longsor.
Upaya sosialisasi mitigasi bencana terus digencarkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat.
Gempa Utama Guncang Sejumlah Wilayah
Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, pada Kamis (2/4/2026).
Getaran dirasakan di sejumlah daerah seperti Ternate, Manado, hingga Gorontalo dengan tingkat yang bervariasi.
BMKG juga mencatat adanya gelombang tsunami di beberapa wilayah pesisir, antara lain Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara mencapai 0,75 meter.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan. (Kayla)









