Target Produksi dan Realisasi
Pada awal tahun, Kementerian ESDM menetapkan target produksi batu bara 2026 sekitar 600 juta ton, lebih rendah dibandingkan target 2025 sebesar 735 juta ton.
“Urusan RKAB, Pak Dirjen Minerba lagi menghitung. Yang jelas di sekitar 600 juta ton, bisa kurang, bisa lebih sedikit,” kata Bahlil sebelumnya.
Ia menjelaskan, penyesuaian target produksi juga dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga batu bara di pasar global.
Sementara itu, realisasi produksi batu bara nasional sepanjang 2025 tercatat mencapai 790 juta ton. Angka tersebut memang turun sekitar 5,5 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar 836 juta ton, namun masih melampaui target yang ditetapkan sebesar 739,6 juta ton.
“Saya harus jelaskan agar tidak ada simpang siur, total produksi batu bara kita di 2025 sebesar 790 juta ton,” tegasnya.
Revisi RKAB Dimulai Juli
Di sisi lain, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Tri Winarno mengungkapkan bahwa proses revisi RKAB 2026 akan mulai dibuka pada Juli 2026.
Pengajuan revisi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026, meskipun waktu persetujuan akhir masih bergantung pada proses evaluasi di Kementerian ESDM.
“Kalau mengajukan, ya Juli, paling lambat 31 Juli. Tentang berapa dan lain sebagainya, itu nanti tergantung,” ujarnya.









