Porostimur.com | New York: Sejumlah ilmuwan di dunia meyakini jika wabah virus corona bukanlah sebuah pandemi. Mereka mendeskripsikan wabah COVID-19 yang telah menginfeksi lebih dari 52 juta orang di dunia sebagai sebuah sindemi.
Pemimpin Redaksi jurnal ilmiah The Lancet, Richard Horton menjelaskan sindemi adalah usaha menyatukan sinergi dan pandemi. Ia mengatakan sindemi bisa muncul ketika dua atau lebih penyakit berinteraksi sehingga menyebabkan efek merusak yang lebih besar daripada jumlah korban dari kedua penyakit itu.
Penjelasan itu dinilai sesuai dengan dampak virus corona yang telah menyebabkan kerugian lebih besar dari jumlah korban penyakit itu sendiri. Sebagai contoh adalah COVID-19 menginfeksi orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.
Hal tersebut langsung akan menyebabkan komplikasi serius hingga mengancam kehidupan pasien. Horton menggambarkan wabah virus corona SARS-CoV-2 sebagai sebuah sindikat.
Penggambaran tersebut mengacu pada cara interaksi virus corona dengan penyakit tidak menular lain seperti diabetes, kanker, masalah jantung. Bahkan dalam konteks sosial dan lingkungan, COVID-19 juga berinteraksi dengan populasi padat dan kumuh yang menandakan ketimpangan ekonomi.




