“Koreksi itu penting dalam rangka meluruskan jalan perjuangan kita. Tapi koreksi untuk saling menjatuhkan, iri hati, dengki dan lainnya, itu sama sekali tidak produktif untuk membangun wilayah ini. Akan membuat kita sibuk mengurus perbedaan pendapat, persepsi dan lain-lain. Akhirnya kita tidak fokus membangun, rumah rakyat terbengkalai, jalan-jalan terbengkalai, transportasi terbengkalai, semuanya terbengkalai. Energi yang kita butuhkan untuk melawan tantangan ini harus dilipat gandakan,” ucap bupati
Pada kesempatannya, Ketua MPH Sinode GPM menyampaikan bahwa Gereja Protestan Maluku (GPM) berpikir keras untuk meningkatkan kualitas hunian umat. Gereja telah mengambil keputusan untuk bersama-sama dengan pemerintah mendorong masyarakat kita keluar dari garis kemiskinan.
“Walaupun menurut kami di GPM, parameter-parameter kemiskinan yang perlu kita koreksi, karena pemerintah pusat sudah menetapkan kita sebagai Provinsi termiskin nomor 4. Bagi GPM, kita harus berusaha bersama pemerintah untuk mengangkat masyarakat kita keluar dari garis kemiskinan,” ucap Ketua MPH Sinode GPM
Dirinya menambahkan beberapa langkah strategis gereja melalui aktifitas ekonomi diantaranya Gerakan Keluarga Menanam, Gerakan Keluarga Melaut, Gerakan Keluarga Memasar, yang adalah bentuk tanggung jawab Gereja untuk mempercepat proses pembangunan masyarakat sehingga mereka bisa keluar dari ambang kemiskinan.










