“Waktu kami membaca data, kabupaten-kabupaten yang miskin, kami justru merasa terbeban sebab 6 kabupaten di Maluku dan 2 kabupaten di Maluku Utara itu ada warga GPM dan dalam jumlah yang sangat banyak. Akhirnya gereja merasa kita harus berkolaborasi bertanggung jawab melakukan bersama-sama dengan pemerintah terhadap upaya ini,” ujarnya
Atas upaya ini, kami melakukan penugasan terhadap unit-unit kerja di dalam GPM baik pada departemen di tingkat Sinode, bidang di klasis maupun jemaat pada seksi-seksi pelayanan supaya dapat sinergi dalam tuntunan PIP/RIP GPM.
“Kita lakukan sebagai wujud diakonia gereja. Kiranya penerima bantuan mendoakan terus semua usaha pemerintah kabupaten, desa dan dusun. Upaya gereja kiranya dapat dilakukan secara berkesinambungan di kaupaten lainnya. Saya bersyukur bahwa ivent ini bertepatan dengan HUT MBD ke-15. Ini sebagai kado kita bersama bagi masyarakat,” tutupnya. (red/mc-mbd)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










