Lebih lanjut bupati mengatakan, semua capaian tersebut, tentu tidak menghentikan jajaran TNI AD, untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan, agar TMMD tetap relevan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam kaitan itu, bagi kami tahapan perencanaan TMMD menjadi tahapan yang sangat penting. Pada tahapan ini dilakukan koordinasi secara terpadu, melibatkan berbagai instansi serta masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD.
Menurutnya, semua program TMMD haruslah berasal dari aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, tertinggal, terisolasi, wilayah perbatasan atau kawasan kumuh serta terkait dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat yang harus segera dicarikan solusi atau pemenuhannya.
“Dengan langkah dan pendekatan seperti itu, kami berharap TMMD tidak hanya dapat terus mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah, tetapi juga pada gilirannya akan dapat memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang merupakan landasan utama bagi terwujudnya ketahanan masyarakat yang makin tangguh,” pungkasnya.
Sementara Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Maulana Ridwan S.H.,M.H saat dihubungi via telepon di ruang kerjanya mengatakan program TMMD yang dilakukan secara terintegrasi melibatkan segenap komponen bangsa antara lain unsur pemerintah, maupun instansi non pemerintah bersama masyarakat, yang pada hakekatnya merupakan wujud nyata dalam kaitan dengan penerapan dan upaya pelestarian budaya gotong royong.









