Dengan kondisi yang krisis secara ekonomi, Gubernur mengarahkan untuk memastikan tata kelola harus bisa dilakukan dengan baik, karena tata kelola Bank ini menjadi salah satu Top Prioritas baginya sebagai pemegang saham pengendali.
“Kita memiliki peluang pasar, sumber daya manusia yang mendukung juga tersedia dan kita punya regulasi yang kondusif, untuk mendukung industri perbankan, tapi kalau tata kelola kita salah atau buruk maka kita tidak bisa berharap mendapatkan hasil yang baik,” terangnya.
Dirinya juga senang karena mendapatkan laporan dari Direktur Utama, bahwa pada Triwulan I Tahun 2025, pertumbuhan atau capaian Bank Maluku Maluku Utara menunjukkan angka yang sangat positif.
“Dalam konteks tata kelola ini saya meminta kesadaran kita semua untuk memiliki rasa kebersaman soal manajemen lokal, diantara semua pihak stakeholder yang ada di Bank Maluku Maluku Utara ini, kita tidak bisa bergerak sendiri, saya minta harus ada rasa kebersamaan, saling menopang, saling membutuhkan, dan jangan ada ego sektoral, bekerjalah sebagai suatu kesatuan,” tegasnya.
Gubernur juga mengharapkan agar Bank Maluku Maluku Utara menerapkan mekanisme yang sistemik untuk memastikan agar tidak terjadi masalah, dan betul-betul patuh terhadap setiap Peraturan Perbankan yang berlaku.










