Hari demi hari kami lewati seperti biasa bersama sama, tak terasa hubungan ini berjalan sudah 2 tahun dan tepat hari ini tanggal delapan desember kami merayakan hari jadi hubungan ini, aku mengucapkan selamat padanya begitupun dia, nanti malam dia akan ke rumah dan merayakannya bersamaku di cafe langganan kami, aku tidak sabar menunggu malam ini.
Malam tiba dia sangat rapi. Hari ini dia memakai mobilnya, sampai di cafe dia menyuruhku masuk dulu, aku masuk duduk di meja, seperti biasa dia datang, dia berjalan menuju mejaku dengan sebuket bunga dan kado di tangannya, dia menyerahkan bunga dan kado di tanggannya padaku.
“untukku mas… terimakasih” aku tak sanggup menahan senyum bahagiaku
“sekarang giliranku, aku punya kado juga utukmu mas…” hari ini hari terindah ku, aku berharap tuhan menghentikan laju jarum jam ini agar aku bisa lebih lama bersamanya, aku mulai mencitainya sungguh sungguh cinta hingga tidak ingin berpisah dengannya.
Pagi ini sekolah seperti biasa meski tidak ada pelajaran
“dev…” ku mencari asal suara itu ternyata tika
“hah… ada apa tik eh… dev aku kemarin lihat cowok lo tuh si fandi bonceng cewek cantik banget”
“ah.. masa sih fandi tuh lagi pergi mendaki sama temen temennya tau, jangan gosip deh fandi tu cinta sama gue aja kali cinta mati”
“jangan kepedean lu dev, mungkin aja fandi tuh bosen liat kelakuan lu yang suka senak jidat lu, ya udah lah gua pergi dulu” aku berpikir apa benar perkataan tika kalau fandi selingkuh dari aku.




